Sabtu, 19 November 2016

0 Tips Berinvestasi Yang Baik Dengan Teknik Fundamental


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Tips Berinvestasi Yang Baik Dengan Teknik Fundamental 
Baiklah sebelum kita membahas cara berinvestasi, teman-teman yang belum tahu apa itu investasi saham, investasi saham adalah dimana seseorang menyalurkan atau menanamkan modal atau kekayaannya  ke perusahaan dimana perusahaan tersebut harus sudah go public atau sudah listing di BEI. Dengan ketentuan perusahaan tersebut harus menampilkan laporan keuangan perusahaan kepada masyarakat. Bailklah saya akan membagikan sedikit ilmu yang saya ketahui tentang bagaimana menjadi investor dan cara memilih perusahaan yang baik untuk ditanamkan modal kita. Dalam menganalisa  perusahaan kita dapat menggunakan 2 cara yaitu secara teknikal dan fundamental,  dalam tips ini saya akan membahas tentang fundamental, teknik fundamental dimana seorang investor harus bisa menganalisa bagaimana keuangan suatu perusahaan baik atau buruk minimal 3 tahun berturut-turut. Dan teknik fundamental digunakan untuk investasi jangka panjang sebaliknya dengan teknikal digunakan untuk investasi jangka pendek. Dengan teknik fundamental kita dapat mengetahui bagaimana keadaan keuangan suatu perusahaan baik atau buruk dapat dilihat dari pertumbuhan EPS (Earning Per Share) dimana perusahaan tersebut baik jika EPS mengalami kenaikan deibandingkan periode sebelumnya. Kemudian dilihat pertumbuhan pendapatan perusahaan tersebut baik jika pendapatan mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Setelah itu pertumbuhan laba operasi ini perlu untuk mengetahui apakah EPS dihasilkan dari operasional perusahaan dan bukan dari pendapatan lainnya, sebuah perusahaan bisa saja opersionalnya merugi, namun karena perusahaan tersebut menjual aset mereka maka EPSnya naik. Dan ini tidak baik jika EPSnya dihasilkan bukan dari operasional perusahaan. Kemudian menghitung ROE (Retrun On Equity) belum tentu perusahaan dengan EPSnya naik signifikan itu bagus kita harus menguji menggunakan ROE, rumus ROE adalah laba bersih dibagi modal dikali 100% dan perusahaan tersebut baik apabila ROEnya diatas 20%. Kemudian mengetahui DER (Dept to Equity Ratio) kita harus tahu historis dari hutang perusahaan. Perusahaan untuk melakukan ekspansi pasti memerluka dana tambahan . modal biasanya didapat dari penerbitan saham baru (Right Issue) atau dengan berhutang. Perusahaan yang baik itu tidak sering mengeluarkan saham baru maka perusahaan sama sekali tidak memiliki biaya selain biaya fee untuk penerbitan saham baru, perusahaan yang baik jarang menerbitkan saham baru contohnya Unilever dan Astra Internasional bahkan Unilever sejak listing di BEI tahun 1982 tidak perbah melakukan Right Issue dan Astra Internasional sejak tahun 2002 tidak pernah melakukan Right Issue. Dan jika perusahaan melakukan hutang perusahaan tersebut harus memiliki aset yang harus lebih tinggi daripada hutang yang dimiliki dan bahkan menurut Warrent Buffet jangan berinvestasi pada perusahaan yang memiliki hutang yang terlamampau tinggi .

Sebagai investor kita harus tahu bagaimana keadaan perusahaan dimata masyarakat kita dapat melihat bagaimana merk atau reptasi perusahaan yang akan kita investasi bahkan menurut Munger, reputasi atau kekuatan merk perusahaan lebih penting dari aset-aset yang dimiliki perusahaan dan juga perusahaan tersebut bisa menghasilkan produk-produk yang terkenal sehingga sehingga perusahaan tersebut menjadi market leader di bidangnya.