Tips Berinvestasi Yang Baik Dengan Teknik Fundamental
Baiklah
sebelum kita membahas cara berinvestasi, teman-teman yang belum tahu apa itu
investasi saham, investasi saham adalah dimana seseorang menyalurkan atau
menanamkan modal atau kekayaannya ke
perusahaan dimana perusahaan tersebut harus sudah go public atau sudah listing
di BEI. Dengan ketentuan perusahaan tersebut harus menampilkan laporan keuangan
perusahaan kepada masyarakat. Bailklah saya akan membagikan sedikit ilmu yang
saya ketahui tentang bagaimana menjadi investor dan cara memilih perusahaan
yang baik untuk ditanamkan modal kita. Dalam menganalisa perusahaan kita dapat menggunakan 2 cara
yaitu secara teknikal dan fundamental, dalam tips ini saya akan membahas tentang
fundamental, teknik fundamental dimana seorang investor harus bisa menganalisa
bagaimana keuangan suatu perusahaan baik atau buruk minimal 3 tahun
berturut-turut. Dan teknik fundamental digunakan untuk investasi jangka panjang
sebaliknya dengan teknikal digunakan untuk investasi jangka pendek. Dengan teknik
fundamental kita dapat mengetahui bagaimana keadaan keuangan suatu perusahaan
baik atau buruk dapat dilihat dari pertumbuhan EPS (Earning Per Share) dimana
perusahaan tersebut baik jika EPS mengalami kenaikan deibandingkan periode
sebelumnya. Kemudian dilihat pertumbuhan pendapatan perusahaan tersebut baik
jika pendapatan mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Setelah itu
pertumbuhan laba operasi ini perlu untuk mengetahui apakah EPS dihasilkan dari
operasional perusahaan dan bukan dari pendapatan lainnya, sebuah perusahaan
bisa saja opersionalnya merugi, namun karena perusahaan tersebut menjual aset
mereka maka EPSnya naik. Dan ini tidak baik jika EPSnya dihasilkan bukan dari
operasional perusahaan. Kemudian menghitung ROE (Retrun On Equity) belum tentu
perusahaan dengan EPSnya naik signifikan itu bagus kita harus menguji
menggunakan ROE, rumus ROE adalah laba bersih dibagi modal dikali 100% dan
perusahaan tersebut baik apabila ROEnya diatas 20%. Kemudian mengetahui DER
(Dept to Equity Ratio) kita harus tahu historis dari hutang perusahaan.
Perusahaan untuk melakukan ekspansi pasti memerluka dana tambahan . modal
biasanya didapat dari penerbitan saham baru (Right Issue) atau dengan
berhutang. Perusahaan yang baik itu tidak sering mengeluarkan saham baru maka
perusahaan sama sekali tidak memiliki biaya selain biaya fee untuk penerbitan
saham baru, perusahaan yang baik jarang menerbitkan saham baru contohnya
Unilever dan Astra Internasional bahkan Unilever sejak listing di BEI tahun
1982 tidak perbah melakukan Right Issue dan Astra Internasional sejak tahun
2002 tidak pernah melakukan Right Issue. Dan jika perusahaan melakukan hutang perusahaan
tersebut harus memiliki aset yang harus lebih tinggi daripada hutang yang
dimiliki dan bahkan menurut Warrent Buffet jangan berinvestasi pada perusahaan
yang memiliki hutang yang terlamampau tinggi .
Sebagai
investor kita harus tahu bagaimana keadaan perusahaan dimata masyarakat kita
dapat melihat bagaimana merk atau reptasi perusahaan yang akan kita investasi
bahkan menurut Munger, reputasi atau kekuatan merk perusahaan lebih penting
dari aset-aset yang dimiliki perusahaan dan juga perusahaan tersebut bisa
menghasilkan produk-produk yang terkenal sehingga sehingga perusahaan tersebut
menjadi market leader di bidangnya.


